DUARR CERPEN NIH BOS

To the Other Side

By : Raihana 9H/22

Aku berangkat sekolah jalan kaki seperti biasa, memakai earphone, mendengar Blind Spot dari Stray Kids. Karena aku tidak melihat jalan, aku tertabrak oleh seorang kakak kelas sembilan.

"Eh, sorry kak" kataku.

"Oh sorry dek" kata kakak itu.

Kami tidak berbicara lagi setelah itu, namun aku menemukan ada uang koin 500 perak, aku berpikir itu mungkin milik kakak kelas 9 tadi tetapi kakak kelas tersebut telah menghilang entah kemana. Akhirnya aku pun membawanya karena yakin bahwa aku akan mengenali pemiliknya jika aku melihatnya.

Aku belum memperkenalkan diri ya? Kenalkan namaku Raihana, biasa dipanggil Rara, Raihan, Rai, Raihana, Raitan juga terserah kalian mau panggil siapa.

Aku pun pergi ke kelasku dan pergi ke kelas temanku, kami pun bercanda dan tertawa seperti biasa. Hari berjalan seperti biasa, sebelum aku pergi ke toilet. 

Aku kebelet buang air besar dan aku akhirnya membawa sabun dan pergi ke toilet. Tapi yang kulihat bukan toilet, tetapi dunia hitam putih dan ada sosok familiar didalamnya. Oke, itu bukan familiar lagi, itu memang dia. Tokoh kesukaanku saat aku SD, Kid Si Pencuri dari manga Detektif Conan. Karena aku terlalu terkejut, aku menjatuhkan koin 500 perak yang kutemukan tadi. Saat aku mengambilnya tiba tiba aku sudah di dunia manga lainnya. Aku mulai pusing melihatnya.

"Aduh, gua dimana lagi ini ya allah" kataku kesal, kesal sekali.

Aku akhirnya membanting koin 500 perak tadi, akhirnya aku kembali ke dunia nyata. Aku pun membeli es teh di kantin dan menceritakan hal tadi kepada temanku, dia tidak percaya dan mengatakan bahwa diriku bermimpi padahal itu nyata.

"Sumpah gue tadi nyasar ke dunia Detektif Conan cuy" 

"Ah mana ada hal begituan lo mimpi kali"

"Nggak cuy sumpah gue tadi ngeliat husbu gue didepan mata"

"Rillkah? Mana buktinya coba?"

"Oke, ini buktinya"

Aku mencari koin 500 perak tersebut dan tidak ada di kantongku.

Koin itu hilang.

Aku panik dan mencarinya dengan tergesa-gesa. Temanku pun semakin tidak mempercayaiku.

"Tuh kan mana coba buktinya? Gak ada kan"

"Ada kok" aku berseru panik.

"Ah mimpi lo, makanya kalo sekolah jangan tidur doang. Belajar cuy belajar" temanku pun meninggalkanku setelah itu.

Akhirnya aku berjalan ke kelas dengan lesu, aku taruh dikantong kok, masa jatuh di jalan? Aku membatin.

Sisa hari berjalan seperti biasa. Aku pulang, mandi, solat, makan, belajar, tidur. Aku sudah pasrah dengan keberadaan koin 500 perak itu, semoga yang dapat bisa menggunakannya sebaik mungkin.

Aku salah.

Koin 500 perak kemarin selama ini berada di kantung tas ranselku. Akhirnya aku memutuskan untuk membuangnya jauh-jauh dan lari secepat mungkin. Kukira aku sudah bebas, tetapi di penghujung hari itu kembali ke tas ranselku lagi.

"Aku muak" lagu Muak dari Aruma mengalun dipikiranku. Aku memutuskan untuk pasrah dan membiarkan koin tersebut berada dalam kantung tas ranselku.

Akhirnya aku teringat, aku harus menemui kakak kelas 9 itu. 

Akhirnya aku menemuinya.

"Kak, kakak yang punya koin 500 ini kan?"

"Iya dek, kenapa emang?"

Aku menceritakan semuanya. 

"Oh.. gimana dek? Seru ga?"

"Ga kak, ga banget kalo kataku"

"Yah jadi gini dek.. Aslinya aku juga ga suka juga masa tiba-tiba pas koinnya jatoh udah di dunia Attack On Titan, bayangin dek itu titannya segede sama seseram apa, biar aku saja yang menghadapi"

Akhirnya kami berbicara lebih lanjut dan sepakat untuk memberikannya kepada orang lain, diam diam.

Aku berangkat sekolah jalan kaki seperti biasa, memakai earphone, mendengar Comflex dari Stray Kids. Aku menabrak salah satu adik kelas dan meletakan koin tersebut di kantung tas ranselnya. 

"Eh sorry dek" kataku.

"Eh sorry kak" kata adik kelas itu.

Aku tidak tahu keberadaan adik kelas itu semenjak peristiwa itu 











Komentar

Postingan populer dari blog ini